Baper boleh, asal pada tempatnya

Minggu, 03 Juli 2016

Revolusi dari Jaman ke Jaman

 on  with No comments 
In  

http://www.uniekkaswarganti.com/2016/05/Asus-giveaway-aku-dan-kamera-ponsel.html

"Manusia di dunia ini akan makin berkembang, maka handphone di dunia ini pula akan maskin berkembang juga. Jadi Manusia berbanding lurus dengan keadaan hp"
-quotes gak jelas-

Sebelumnya gue mau ngucapin terima kasih sebanyak-banyak kepada kedua orang tua gue yang sudah mempercayai gue untuk bisa megang ponsel saat masih kelas 6 MI (Madrasah Ibtidaiyah). Ponsel atau hp pada saat itu adalah suatu benda yang sangat berharga bagi gue, maklumlah masih lugu-lugunya hehehe. Kemana-mana hp gue bawa dari pagi hingga malem gak ada lepasnya dari tangan mungil gue. Ibarat sekarang mungkin hp adalah jantung kedua setelah jantung yang asli. Kalau pisah dengan hp rasanya kurang enak gitu. Apalagi saat ada momen-momen penting yang sangat perlu diabadikan.

Selfie perdana gue setelah diberi hp baru
oleh kedua orang tua gue. Sumpah gue masih lugu banget
Dulu saat gue masih kecil, gue paling hobi namanya selfie. Dari gaya miring-miring, jungkir balik, sampai lidah dijulur-julurin udah pernah gue lakuin. Gue hobi selfie tapi kalau paling gak suka dilihat sama orang, jadi gue kalau mau selfie harus sembunyi-sembunyi dulu.

Dan semenjak di sosmed banyak yang mengabadikan foto makanan, gue mulai tertarik juga tuh untuk ikut-ikutan, biar kekinian hehehe. Nge-fotonya pakek hp yang kameranya gak bagus-bagus amat sih, tapi kalau di zoom pastinya nge-blur (hmm sedih).


https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-0/p206x206/
Gue masih unyu-unyu yaa, ini kelas 1 SMP




https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-0/p206x206/
Ini apalagi tambah unyu banget, kelas 1 SMP juga

Kalau gak salah itu gue udah kelas 1 smp, masa dimana alay kritis gue. Ya alhamdulillah hp gue udah diupgrade sama orang tua gue. Ya tapi tetep kamera ponselnya biasa-biasa aja sih. Namun sayangnya, saat jam sekolah, seluruh murid di smp gue gak boleh yang namanya bawa hp. Kalau sampai ketahuan, nanti bakalan bisa masuk ke ruang BK dan hp akan disita sampai dikembaliakan lagi saat lulusan nanti. Gue pernah bawa hp pada saat jam sekolah dan pas banget waktu itu ada razia hp. Ada salah satu petugas razia mengatakan, "Ya semua murid mohon berdiri di depan kelas." Sebenernya sih gue gak tau kalau ini adalah razia hp, gue kira malah mau ada simulasi bencana alam karena 2 hari yang lalu ada gempa bumi di daerah gue. Hmm dan setelah itu petugas razia berkata lagi, "Ya anak-anak, siapa di sini yang membawa hp? Kalau kalian jujur maka hp kalian akan kami amankan, tapi kalau kalian tidak jujur maka akan kami ambil hp itu dan akan langsung kami banting di depan kalian sekarang ini juga!!" Awalnya sih udah gue sembunyiin tuh hp sebelum petugas razia masuk ke kelas, tapi karena gue tau bahwa petugas razia itu ada yang punya indra ke 6 jafi gue ngaku aja deh daripada hp gue dibanting mentah-mentah terus gue dimarahin bapak gue nantinya. Dengan hati pasrah tapi sebenernya gak rela, gue serahin tuh hp yang baru diupgrade ke petugas razia.
Setelah kejadian itu hati gue galau dan kacau layaknya abis diputusin pacar. Gimana gue mau selfie lagi? Gimana gue mau nge-foto makanan lagi? Gimana gue mau update status di sosmed lagi? Hmm itu sangat gue pikirin waktu itu.

Selama hp gue disita, gue gak bisa namanya mengabadikan momen-momen yang pingin gue jepret saat itu. Bisanya gue cuma nampang aja di kamera ponsel temen gue. Dan itupun fotonya dijepret saat gue belum siap berpose. Jadi jelek-jelek deh fotonya. Selama gue disita itu gue dipinjami hp sama orang tua gue, yang bisanya cuma buat nelpon dan sms (hmm)

3 tahun kemudian, Bapak gue beli hp baru yang ada kameranya tapi beliau gak bisa pakek hpnya gimana. Jadi gue pinjam aja deh hp itu buat ngeluluhin rasa galau gue selama 3 tahun terakhir ini. Lama-kelamaan gue pakek terus hp itu akhirnya dikasihin deh hp itu ke gue (yeee), makasih banget buat Bapak tercinta gue hehehe.

Ya dengan ini gue bisa kembali lagi untuk mulai beraksi jepret sana jepret sini, walaupun kamera ponselnya cuma beberapa megapixcel ya lumayan bisa dilihatlah hasil fotonya dari pada hp gue yang pertama dulu hehehe. Dan alhamdulillah keahlian potret gue udah meningkat dari jaman ke jaman. Dari nge-foto kucing, bunga, adek gue yang unyuk-unyuk sampai pemandangan yang indah nan jauh di sana udah pernah gue jepret. Dan gak tanggung-tanggung gue upload foto itu ke instgram, facebook atau sosmed lain biar banyak yang ngasih like dan siapa tau juga nanti ada cewek yang ngeliat hasil jepretan gue lalu tiba-tiba naksir gue dan nembak gue untuk dijadiin pacarnya (ngayal banget)

https://www.instagram.com/farhanfattah/

"Selfie yukk selfieee!!" Kata-kata itu udah tak asing lagi di telinga gue

Nah, sekarang gue udah jadi anak SMA tepatnya baru aja naik kelas 3. Pastinya abis ini akan banyak adek-adek kelas. Kemungkinan adek kelas, apalagi yang cewek itu akan cari kakak-kakak kelas yang ganteng dan keren pastinya (hehehe) Tapi kalau kaya gini, gimana ya? Hp gue kameranya gak bagus-bagus amat. Buat foto biasanya nge-blur. Apalagi kalau kurang cahaya pasti gak kelihatan apa-apa. Pastinya gue sebagai anak muda ingin tampil yang terbaik dong.  

Namanya juga anak muda. Masa muda adalah masa untuk menampilkan eksistensi diri. Salah satu cara untuk menampilkannya adalah dengan ini nih,


ZENFONE 2 LASER ZE550KL



Karena hp ini tuh cocok banget buat anak-anak muda, khususnya aku yang suka mengabadikan momen-momen spesial. Jadi dengan Zenfone 2 Laser ZE550KL ini pastinya akan menambah kepedean kita dan momen-momen yang kita alami bisa terabadikan dengan mudah dan sempurna. Jadi mau pilih hp apa lagi kalau bukan Zenfone 2 Laser ZE550KL.

Yaps sekian dulu, terima kasih udah sempet mampir ke sini. Dan mohon maaf apabila foto-foto yang ada di atas membuat kalian semua tergila-gila pada gue (Ciyeee)

Oke, cerita ini gue ikutsertakan pada "Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by :http://www.uniekkaswarganti.com





Share:

Rabu, 29 Juni 2016

FINALLY, I'M COMEBACK

 on  with No comments 
In  
Waktu tak terasa berjalan dengan cepatnya, mengikis diri ini menjadi lebih rapuh dan tak berdaya~

Udah berapa lama nih gua gak nge-blog? Jari ini sangat gatal rasanya saat tak membuka laptop dan menggelitiki tombol-tombol keyboard. Apalagi sekarang ini udah Bulan Ramadhan dan Lebaran tinggal menghitung hari. Ya mohon dimaklumilah namanya juga manusia, pasti tak luput sama yang namanya MLZ/MALAS. Malas kata guru gua, "Malas lebih berbahaya daripada narkoba." Nah, seremkan. Kalau pendapat gua sih, orang malas itu sama dengan orang pecandu narkoba. Sama-sama butuh direhabilitasi (prok-prok-prok) Seperti gua sekarang ini, sebenarnya butuh banget dengan namanya rehabilitasi. Bagaimana cara merehabilitasinya? Tanyakan pada diri kalian masing-masing, hanya kalian yang tau penyebab kalian MLZ=Malas itu apa.

Sebenarnya gua pernah ada janji sama temen-temen gua untuk nge-blog kelanjutan dari postingan terakhir gua yang kemaren [Wong Ndeso Nonton Bioskop]. Tapi tenang aja, gua di sini bakalan nyeritain semua apa yang belum kalian ketahui tentang gua akhir-akhir ini. Mumpung kali ini Bulan Ramadhan maka gua akan ceritain yang berbau-bau islami (aseek)

Ini saat kita tampil di acara Pondok Ramadhan. Tau gua yang mana kan?
Oke gua sebutin aja lah.
(dari kiri atas) Yusuf, Agung, Rifqi, Silmi, Rofiq, Yusuf, Inggil
Rama, Farhan, Fiqur, Zulmi


Perlu kalian ketahui, bahwa sekolah gua (SMAN 1 Genteng) punya tuh yang nama grup Hadrah yang nama [Satwika Hadrah Club/Satwika Hadrah Core] Grup ini adalah sekumpulan anak-anak kece nan jomblo semua yang kebiasaannya adalah SHOLAWATAN. Sebagian orang beranggapan bahwa SHOLAWATAN adalah kebiasaan yang kuno atau gak keren, padahal SHOLAWATAN itu asik banget. Saat kita SHOLAWATAN, bukan hanya rasa bahagia/asik saja yang kita dapat, kita juga secara tidak langsung Insyallah sedikit-sedikit menabung untuk mendapatkan syafa'at dari Nabi Besar Muhammad SAW. Nah, kurang apalagi coba. Ayo, disamping kita mendengarkan atau menyenandungkan musik-musik Jazz, Rock atau Pop, ya disempatkan untuk melantunkan SHOLAWAT kepada Sang Nabi.

Hari itu bulan Mei (bulan kelahiran gua), kita dapat info dadakan dari Kepala Sekolah bahwa akan ada Audisi Hadrah Pelajar yang diadakan oleh Pemkab Banyuwangi dan dilaksanakan di SMAN 1 Genteng (untuk audisi Banyuwangi Barat). Kepala sekolah ngasihkan info itu kepada H-1 audisi padahal kita belum latihan sama sekali (hmm) Sebenernya gua udah dapat info dulu dari Pustakawan SMA gua sebut aja Mbak Nuning sejak hari-hari sebelumnya, tapi gua gak percaya masa audisinya di SMA gua padahal dulu gua pernah info bahwa pelaksanaan akan dilakukan di SMAN 2 Genteng dan masih akan berlangsung kalau gak bulan Juni ya bulan Juli. Eh, malah jadinya dilaksanakan di SMA gua (sedih). Ya sudah, akhirnya kita tentuin siapa aja yang main besok. Namun, dalam hati gua bertanya-tanya, "Ini hadrah Al-Banjari atau Al-Habsi?" Soalnya grup hadrah kita dulu pernah ikut juga Festival Hadrah se-Jawa dan Bali, tapi gak lolos mungkin gara-gara kita salah aliran, yang sebenernya Al Banjari malah kita tampil dengan Al Habsi (throwback). Sebenernya apa sih bedanya? (kalau yang tau nanti komen di bawah ya)

Dari latihan dari sore sampai malam, dan akhirnya besok kita tampil di Aula Satwika Sakta Mangajya. Dengan batik kuning, bersongkok hitam dan sarung hitam kita siap beraksi. Kita dapat nomer urut 8 dari 12 grup kalau gak salah. Hati gua dag-dig-dug dari awal, karena ini adalah debut gua ikut hadrah di atas panggung. Keringat menyucur keluar dari ubun-ubun dan meresap sampai ke poripori kain yang gua kenakan. Rasanya antara mau dan tak mau aku tampil di atas nanti. Akhirnya grup kami pun dipanggil oleh MC dan mulailah kita naik ke atas panggung. Dengan kaki cekeran gua pun mulai menginjakkan di atas panggung. Ada 4 dewan juri di bawah sana membawa sebatang bolpoin dan secarik kertas untuk menilai penampilan kami. Lampu hijau mulai menyala, dan tampilah "Satwika Hadrah Club/Satwika Hadrah Core!!"

"Dung tek tek dung dung dung tek tek tek....
Dung dung dung tek tek tek tek dung dung tek dung...."

Suara rebana, sholawat, dan suara teriakan semangat dari temen-temen SMA menyelimuti gedung itu dan lampu kuning mulai menyala dan bersiaplah kami untuk mengakhiri diri dari atas panggung. Tangan gemetar, keringat menyucur itu sudah biasa dirasakan oleh para "Performer" tapi ini bagi gua adalah hal gila yang pernah gua rasakan. Setelah gua dan grup gua turun dari panggung, gua cuma tinggal pasrah ke Yang Kuasa. Bagaimana keputusannya nanti akan gua terima apaadanya. Panitia juga gak ngasih tau berapa yang akan lolos lanjut tampil di Banyuwangi saat Final nanti. Ya semoga saja nanti kita diberikan yang terbaik oleh Allah SWT.

Beberapa hari gua lewati, gua tunggu dengan mengikuti UAS Genap. Dulu sih panitia bilangnya pengumuman akan disampaikan dua hari kemudian tapi kok lambat laun gak ada info lagi, ya lama-lama gua lupain tuh audisi. Mending mikirin gimana UAS gua ini bisa dapat  baik.

Dua hari UAS udah gua lewati, dan salah satu guru gua sebut aja Pak Bagus manggil gua. Ngapain juga Pak Bagus manggil? Gak biasa banget (How's strange, Men!?) Ternyata beliau manggil gua untuk ikut Technical Meeting Hadrah. TM Hadrah yang mana nih? Yang lamakah atau yang baru?  Ya gua lakuin aja, mumpung gua juga lagi free jadi gua ngajak sahabat karib gua Silmi (ciyee wkwk). Ini postingan kedua gua sama Silmi (wkwk) Sekitar pukul 12.30 gua berangkat dengan dia naik sepeda motor merek X-Ride Yamaha warna merah putih yang lumayan butut kelihatannya. Selama perjalan gua yang bonceng dia. Gua bonceng kira-kira sekitar 80 km/jam. Itu sudah biasa gua lakuin, soalnya ngejar waktu juga takutnya nanti ada cegatan polisi. 

Siang itu cuaca cukup membakar ubun-ubun, memang enak kalau dibikin tidur. Tapi gua sekarang masih diperjalan lagi nyetir motor, masa gua tidur? (hmm) Lama-lama mungkin gua ngantuk ya, kecepatan masih sekitar 80 km/jam dan di depan gua ada mobil yang kenceng juga dari arah yang berlawan saling berpapasan. Dan akhirnya gua secara gak terasa udah keluar dari badan jalan dan gua berusaha untuk naik ke badan lagi, namun mungkin Tuhan berkata lain, gua pun jatuh dengan Silmi dengan dahsyatnya. 

"Gedubraaaaakkkk!!"

Jaket, baju, dan celana gua robek. Darah merah mulai mengalir dengan segarnya. Gua dengan Silmi pun di tolong oleh orang sekitar dibawa ke pinggir jalan. Rasa malu, sakit campur aduk jadi satu. Spion gua yang sebelah kanan patah, motor gua lecet semua (gawat) Gimana nih nanti TM ke Banyuwanginya? Gak ada kenalan lagi di sini. Mau menghubungi temen-temen yang ada di sekolah gak ada yang nyambung. Untungnya Silmi gak separah gua, jadi dia cari bengkel untuk betulin motor gua yang tak tau deh nasibnya gimana. Alhamdulillah dia udah nemu bengkel dan akhirnya di betulin tuh motor butut gua. Rasa nyut-nyutan saat obat merah ku teteskan ke bagian yang luka tak bisa kubayangkan, perih banget!! Lalu dia tanya ke gua, "Lanjut gak?" "Terserah kalau lanjut ya ayok (sambil nahan rasa perih)" Ya untungnya yang perih tangan sama kaki gua bukan hati gua (ciyyee)

Dengan jaket dan celana robek kaya gelandangan kami pun melanjutkan perjalanan. Gua udah gak mikir udah gimana kata orang nanti, gua cuma mikir ini nanti nyampek ke tempat TM selamet dan nanti pulang ke Genteng juga selamet. Di tengah perjalanan ternyata ada Operasi Penilangan dari Polisi, gua silmi suruh berhenti dan polisi itu minta mengecek SIM dan STNK. Mampus gua gak punya SIM dan gak bawa STNK. Untungnya Silmi bawa STNK. Gua bertanya-tanya? "Kok polisi segobl*ok ini ya?" Maaf kalau seumpamanya kata-kata gua agak kasar. 
Dengan membuka google maps dengan smartphone yang dayanya tinggal 5% gua cari tempat TM tersebut. Sebenernya kita itu mau berangkat bareng sama Pak Bagus juga tapi karena keadaan tadi gak jadi deh. Setelah gua sama Silmi muter-muter akhirnya nyampek juga di SMPN 3 Banyuwangi. Gua nunggu aja di parkiran biar Silmi aja yang masuk ke aula. Gua gak mau nanti ditanyain orang, "Le kamu kenapa? Kok berdarah? Kok bajunya robek? Kok celananya robek?" Gua gak suka kalau nanti orang-orang pada nanyain itu ke gua. Biarin udah gua ngangkrak di tempat parkir (hmmm)

Matahari sudah mulai meniggalkan tempatnya, TM Hadrah pun selesai. Ternyata ini adalah TM Hadrah yang dilaksanakan Pemkab Banyuwangi itu. Alhamdulillah, gua gak nyangka banget bisa lolos ke final padahal waktu itu gua udah pesimis banget. Terima kasih Ya Allah, pasti temen-temen seneng banget dapet info ini. Dari hadrah tersebut grup hadrah gua dapet urutan nomer 27 (nomer kesukaanku banget) dari 40 grup hadrah lain. Sudah gua belain sama Silmi guling-guling di jalanan kaya orang gila, syukur banget dapet balasan yang sangat membanggakan banget. Sebelum pulang ke Genteng gua Silmi diajak mampir dulu ke rumah Pak Bagus untuk sholat ashar dan makan. Tau banget kalau gua laper wkwk

Dan gua habis maghrib pulang ke Genteng dibonceng Silmi dengan mengenakan celana pendek yang dipinjamkan Pak Bagus ke gua. Sumpah dingin banget, gua gak biasa pakek celana pendek saat keluar malem. Emangnya gua cabe-cabean? (haha) Ya mau gimana lagi, daripada gua pakek celana robek yang udah gak karu-karuan meding gua jadi cabe-cabean untuk malam itu saja (gila). Hari yang sangat melelahkan banget, padahal besok masih ada UAS. Gua udah gak mikir UAS udah, gua udah gak mood buat buka buku. Jalan aja masih serempetan. Dan semoga tanggal 10 Juni nanti bisa tampil maksimal di GOR Banyuwangi.

Hmmm. Sesampainya di asrama, gua lalu beli obat dan beli Es Nyoklaat only 6k. Obat itu berbentruk serbuk kaya sabu-sabu gitu, lalu di taburin sama temen gua Zulmi, rasanyaa periiiih bangeeett (sampek nangis-nangis gua saat obat itu ditaburin) gua pakek tiduran aja, gak mikirin UAS udah. Apa kata besok. 

Oke sekian dulu dari gua, mau tau kelanjutannya gimana? Makanya stay aja sama blog gua, insyaallah satu minggu kedepan gua akan post lagi. Oke? Thank youuuu





Share:

Minggu, 20 Maret 2016

Wong Ndeso Part 1 #nontondibioskop

 on  with No comments 
In  


Minggu oh minggu, kenapa engkau berwarna merah? Apakah itu ad!h tanda cintamu (minggu) padaku? *baper
Memang betul, hari mingguku sekarang ini boring banget. Gak ada yang ngajakin main kelereng atau apa kek *maklum wong ndeso, jadinya mingguku terbuang sia-sia dengan aku mager alias males gerak. Mau ngapa-ngapain males, ya kegiatannya cuma boker, buka sosmed lalu scroll timeline dan akhirnya nemu display picture temen yang bikin baper (fotonya di pantai).
Ngomong-ngomong tentang hari minggu itukan adalah salah satu dari hari weekend. Nah biasanya  kalau hari weekend peluang anak-anak gaul untuk hang out itu besar sekali. Kalau aku sih mungkin termasuk orang ndeso *tapi kece, bwahahaha *ketawa sinis. Walaupum aku termasuk orang ndeso tapi jobku banyak banget, antara lain tugas sejarah, makalah bahasa indonesiaku belum kelar-kelar *sedih.
Nah aku mau cerita nih tentang kehidupanku sebagai orang ndeso *soundtrack orang pinggiran, hahaha. Ya gak lah, gak semiris itu juga kali hidupku. Jadi tu gini, beberapa hari yang lalu aku diajak temenku sebut aja 'silmi' *dia ketua osis smaku, dia ngajakin aku untuk nonton film di bioskop (yang kuharapkan nonton bareng gebetan --) yang tak terlalu dekat dari smaku, kami bukan hanya berdua *takutnya dikira LGBT, hahaha, kami juga bersama temen kita berdua yaitu sebut saja 'alya' (dia baru ultah, ucapin gih) dan 'meysa'. Awalnya saat 'silmi' ngajakin nonton film di bioskop, aku langsung bilang "ya" padahal aku gak tau nantinya mai nonton film apaan. Jadi gua pikir-pikir setelah itu. Aku browsing cari nama bioskopnya dan akhirnya ketemu "New Star Cinemplex Banyuwangi" dan aku liat list film yang ada. Disitu ada 2 film yang akan ditanyangin yaitu Kungfu Panda 3 dan Allegiant. Dan aku liat harga tiketnya, maklumlah aku gak pernah tau harga tiket nonton dibioskop. Dan ternyata harganya 30k untuk hari Kamis-sabtu/libur dan 25k untuk hari senin-rabu. Dan pas banget kita nontonnya pas hari sabtu. "Waduh, kenapa kok hari sabtu mahal banget yak? Dinego gak bisa ta? Cuma selisih 5k aja lo." *suara hatiku. Maklumlah, abis study tour uangku nipis banget didompet. Mungkin cuma ada uang 500 perak sama penjepit kertas *korban spongebob, bwahaha. Dan aku cari-cari uangku yang tersisa di jaket, tas, dan dompet. Dan akhirnya aku menemukan uang sebesar 31k yang terdiri atas 1000an, 2000an, dan 5000an.
Sebelum berangkat ada insiden yang cukup tidak kecil yaitu dompet dari 'silmi' hilang. Isinya sih bukan uang, tapi STNK. Gawat! Padahal rencananya aku mau bonceng silmi, hahaha. Dan jalan tengah yang aku ambil adalah pinjem motor adikku yang ngekos di deket smaku. Dan ternyata boleh dipinjem *yee.
Dan setelah itu berangkat dan 'silmi' aku suruh bonceng, haha dan 'alya' dibonceng 'meysa'. Setelah lama di jalan, ternyata kita gak sadar bahwa kita digiring sama polisi. Ada mobil polisi, motor polisi dan ada salah satu motor tersebut bonceng anak cewek yang kelihatannya nangis terbahak-bahak *eh. Untuk menghindari polisi tersebut, takutnya nanti ditilang, akhirnya kita berhenti ke salah satu masjid di pinggir jalan untuk bersembunyi dan sholat dhuhur karena saat itu sudah waktunya untuk sholat dhuhur.
Lalu kita pun melanjutkan perjalan dengan aku membaca sholawat *mungkin dengan membaca sholawat kita dihindarkan dari serangan polisi, amin hehe. Ternyata 'silmi' ngajak sahabat karibnya juga sebut aja 'alfian'.
Dan akhirnya kita nyampek di bioskop New Star Cinemplex Banyuwangi *yee.
Ternyata kita di sana datangnya terlalu cepat yaitu sekitar pukul 12.30 padahal filmnya mulai pukul 13.15. Akhirnya kita ngangkrak di sana dengan nunggu dikursi tunggu dengan ditemani kesegaran Air Conditioner (AC). Dan ternyata di sana juga ada temen kita yang juga mau nonton yaitu 'mifta' dan 'filza'.
Selanjutnya 'meysa' mau beli tiket nya dulu takutnya nanti kehabisan. Dan dia meminta uang kami masing-masing untuk dibeliin juga. Kejadian itupun terjadi, aku ngeluarin dompetku dan menghitung satu persatu uang kecilku *anti main stream banget nonton pakek uang 1000an haha. Ternyata setelah dihitung-hitung uangku hanya tersisa 1000 perak *mampus. Dan kitapun masuk ke ruangan bioskop. Yang benar saja, ini adalah pengalaman pertamaku nonton film di bioskop.
Ku perhatikan sekeliling, ruangan gelap dengan lampu remang-remang, kursi merah yang glamour dan layar tancap yang sangat lebar. Kurasakan tempat duduknya, uh ternyata empuk banget *wong ndeso.
Yang kita lakukan selanjutnya adalah menonton trailer-trailer film seraya menunggu filmnya diputar. Saat film diputar semua lampupun dimatiin, jadi keadaan di ruangan itu gelap banget. Ekpektasi yang kubayangkan sebelum nonton dibioskop adalah "Dibioskop mungkin gak ada adegan gitu-gituannya *kisses Realitanya adaaa! Padahal tadi sebelum dimulai filmnya ada tulisan 'telah lulus lembaga sensor' tapi ada yang kuherankan, kok tetep ada tulisannya 17 tahun keatas? Padahal kan aku masih berumur 16 nenuju ke 17 tahun mei depan *jangan lupa ngucapin ya, hehe.
Sekitar satu jam pun telah kami habiskan untuk mantengin tuh film, ngantuk, pegel, campur aduk kaya es campur pinggir jalan. Akhirnya kamipun keluar untuk bergegas pulang. Tapi salah satu dari kita ada yang ngajakin makan dulu disalah satu warung makan. Dan akhirnya keputusannya makan di Rumah Makan Bajak Laut dekat Taman Makam Pahlawan Banyuwangi. Aku pikir-pikir nih dengan keringat dingin yang bercucuran di leher dengan menahan rasa malu dan tawa *ngempet ceritanya. "Uang di dompet tinggal 1000, mau makan apanih aku di sini?" Dan aku memutuskan untuk tidak memesan menu apapun. Aku hanya minum air putih pemberian dari dari 'alya' dan 'meysa' di bioskop tadi. Ketika semua makan, aku hanya bisa termenung. Menelan air liurku untuk sedikit mengisi lambungku. Berpura-pura main ponsel padahal ponsel ku udah sekarat alias 0%. Berpura-pura mengangkat telpon padahal gak ada telpon dari siapa-siapa. Miris sekali peranku disitu, cocok jadi pemeran *anak jalanan. Bukan anak jalanan yang pakek motor itu lo ya hahaha.
Setelah semua telah menghabiskan makanannya minumlah mereka dengan minumannya masing-masing. Aku melihat di salah satu piring ada kerupuk yang tersisa, aku membayangkan bagaimana kalau aku memakannya? Tapi otakku ini menolak, padahal lambungku ini sudah ngempet untuk melahap walaupun itu hanya sepotong kerupuk sisa. Dan perlu kalian tahu bahwa aku belum makan dari pagi. Padahal niatannya mau makan dikantin sama temen, tapi gak jadi. Dan akhirnya aku pulang dengan keadaan lambungyabg kosong. Huhuhu.
Yaa, itu sedikit cerita dari wong ndeso. Semoga itu bisa menghibur kalian. Jangan bilang siapa-siapa tentang ini ke temen-temen kaliannya. Biar mereka tahu dengan sendirinya dengan cara kalian ngeshare link curhatanku ini. Semoga bisa menginspirasi kalian. Bahwa kalau mau hangout sama temen itu harus diperhatikan dulu. Dipikirkan matang-matang. Siapkan segala keperluan terutama uang sakunya. Tunggu Wong Ndeso Part 2 yee
Share:

Senin, 07 Desember 2015

FENOMENA UJIAN SEKOLAH

 on  with No comments 
In  

Minggu ini adalah minggu-minggunya yang mungkin gak ada hari minggunya. Karena minggu ini adalah minggu-minggunya Ujian Akhir Semester Ganjil. Dari TK (mungkin kalo gurunya ngadain), SD, SMP, dan SMA pada ngadain ujian. Semua anak pada nyiapin dirinya masing-masing untuk perang ngadepin ujian ini. Dari usaha lahir sampai usaha batin mereka persiapkan, misalnya usaha lahir: Belajar, belajar dan belajar. Sedangkan usaha lahirnya misalnya, Do'a, do'a, dan do'a. 

Tapi aku heran, kenapa kok masjid itu penuhnya sekarang cuma pas mau ada ujian ada. Yang dulunya dia jarang ke masjid jadi sering ke masjid. Tapi nanti kalau udah selesai ujian malah masjidnya sepi lagi. Lalu dapatkah kita mengambil persamaan dari opini tersebut?
1) f(x) =  Pergi ke masjid > Ujian 2) f(x) = Gak ke masjid < Ujian hahahaha.. Itulah manusia apalagi para remaja, mereka semua memang labil. Tapi gak semua sih. Semoga ya opini tersebut salah dan semoga dengan adanya ujian mereka dapat terus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Amin

Nah, setelah aku survei ternyata banyak fenomena-fenomena yang terjadi selama menghadapi ujian-ujian ini. Mungkin beberapa fenomena ini salah satunya (semua kayanya) terjadi padaku hehehe

1. Malam hari sebelum ujian, kalau hasil surveiku sih mereka-       mereka pada belajar sih

Ini orang belajar yang sok eksis
Mereka bisa dilihat belajar dari pandangan mata kita. Tapi sebenarnya sih mereka ada juga yang gak fokus pada saat belajarnya. Contohnya pada saat belajar disamping mereka ada hp. Nah tiba-tiba hp itu bunyi "centung". Nah, dibukalah pesan itu dan lama-lama dia gak sadar bahwa waktu belajar dia kebuang sia-sia oleh bunyi "centung" itu tadi. Dasar bunyi "centung" yang menyesatkan hahaha

Tapi ada juga yang belajar serius banget, sampek melewati batas maksimal belajar yang juga bisa disebut SKS (Sistem Kebut Semalem). Dan ada yang malah malem harinya gak belajar malah dibuat maen game atau kegiatan yang menynangkan lainnya. Katanya sih dia ingin mempersiapkan mentalnya untuk menghapi ujian, karena dia udah nyiapin soal materi jauh-jauh hari. 

Manakah tipe belajar kalian? Kalau aku sih, bisa ketiga-tiganya, tergantung mood aja hahaha

2. Saat ujian berlangsung, bila dia gak bisa maka hal yang dia lakukan adalah TIDUR

Nemu di di google
Katanya sih mereka tidur itu tujuannya untuk meraih mimpi, karena dengan mimpi itulah dia bisa lulus dalam ujian (ya nggak juga sih) Hahaha. Dari pada tidur-tiduran kaya gini mendingan kalian doa atau apa gitu meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi kemudahan dan diberi jalan keluar untuk mengejarkan soal-soal ujian. Wajar-wajar aja sih tidur, mungkin dia semaleman belajar sampek malem-malem, jadi ya patut diberi apresiasilah. Dan juga bisa dimaklumilah kalau ujiannya itu dapet keloter kedua yaitu sekitar pukul 10.30 baru mulai, kaya yang kurasakan sekarang ini hahaha. Tapi biasanya pengawasnya juga sampek ketiduran juga. Lalu bagaimana hayo? hahaha

3. Hal selanjutnya jika dia gak bisa yang dia lakukan adalah mantengin JAM

Jam oh jam

Jam adalah segalanya. Kalau gak ada jam mungkin hidup ini akan berantakan tak beraturan. Ya salah satu gunanya untuk menetapkan waktu-waktu ujian. Setiap detik dan setiap menit kalau ada anak yang gak sabaran dengan waktu kebanyakan dia mantengin jam terus. Sampek pengawas tuh bingung. "Kenapa anak ini? Nyari cicak ta?" Padahal ujian tuh baru baru dimulai, eh dia udah mantengin jam dinding aja hahaha. Mungkin dia itu anaknya sudah terlatih disiplin ya, jam segini ngerjakan soal segini, jam segini tidur dulu sebentar, jam segini ngapain lagi seperti mungkin ya hahaha. Ya gakpapa sih mantengin jam, tapi jangan sampek pengawas curiga dengan kamu.

4. Hal yang mungkin tidak akan ditinggalkan berikutnya saat gak bisa adalan NYONTEK

Sttt...
"Pssttt.. Psst.. Nomer 1 apa vroh??" 
Nah loh? Kok nyontek? Ini nih cara berikutnya kalau saat ujian udah gak bisa ngerjain soal, NYONTEK. Dilihat dari pengalaman yang aku alamin dulu sama yang kurasakan sekarang sih nyontek itu dikalangan pelajar adalah suatu hal yang lumrah. Katanya malah kalau gak nyontek itu gak seru. Terus kalau gak nyontek itu namanya gak setia kawan. Ada-ada aja deh alibinya. Dari nyontek catatan, browsing lewat smartphone, tanya ke temen depan belakang, samping, sampek contekan yang ditaruh di sepatu. Banyak cara yang mereka lakukan saat mencontek, sungguh kreatif  (sebenernya gak sih) hahaha. 

Oleh karena itu, jangan sering-sering lakukan ini ya temen-temen kalau bisa jangan lakukan karena akan menyebabkan kecanduan, efeknya bisa mengalahkan pecandu rokok lo hahaha. Mau jadi apa bangsa kita ini kalau generasi penerusnya suka berbohong. Ayo jadi orang jujur! Karena cari orang jujur di dunia ini sudah mulai susah! Yakinlah bahwa jujur itu akan mujur, kata orang jawa.

5. Hal terakhir yang dilakukan saat sudah diujung tanduk adalah SMART SOLUTION (Ngawur "Orang Jawa nyebutnya")


Lebih baik ini daripada nyontek

SMART SOLUTION atau yang biasa disebut Ngawur adalah cara tepat yang bisa kalian lakukan saat pikiran kalian sudah mentok sampai di ubun-ubun. Walaupun hal ini tergantung lucky tapi apa salah coba dilakukan, daripada nyontek. Tapi Ngawur itu ya berfikir juga, jangan cuma asal-asalan. Urusan nilai bisa diurus belakangan. Yang penting ngerjakan ujian itu adalah hasil jerit payah kalian sendiri. Guru gak akan tega memberi muridnya nilai yang jelek, jadi bersyukurlah kalian sudah mempunyi seorang guru yang peduli dan baik sama kalian. Dan jangan menyerah, usaha itu tidak ada yang sia-sia, ingat itu!

Tipe manakah kalian??

Oke, sekian dulu yang bisa aku berikan kepada kalian tentang fenomena ujian sekolah kali ini. Semoga bisa bermanfaat buat kalian semua, Sampai jumpa dengan fenomena-fenomena yang akan membuat kalian takjub. See you again in the next posts :v

Share:

Rabu, 15 Juli 2015

FENOMENA NGAJAK JALAN SEPUPU.. Edisi Libur Panjang

 on  with No comments 
In  


Liburan panjang memang mengasyikan, apalagi kalau sepupu atau keluarga kita yang nyempetin dirinya untuk silaturahim atau menginapkan ke gubuk kita. Mengapa gue sebut gubuk? Karena biar lebih litotes gitu, merendahkan diri  dan biar greget pula.. Hahaha ^^

Nah, kali ini gue ngalami FENOMENA baru yang gue alami beberapa saat terakhir ini 
FENOMENA NGAJAK JALAN SEPUPU”.

Tepatnya pada tanggal 6 Juli 2015 yang juga bertepatan dengan Ulang Tahun Bokap gue yang ke 47th (Sunarto Eka Siswoyo) HBD Bokap!! :* , juga pas ada sepupu gue yang dari Jember nginep di gedek gue, gue bingung mau diapain ini anak. Mau diajak nonton? Malez# Mau diajak ke restoran? Juga belum waktunya buka puasa# Mau diajak ke swimming pool? Juga gak mungkin, kan lagi puasa. Takutnya malah buka puasa duluan di dalam kolam :v Akhirnya, gue punya inisiatif biar anak ini gak bosen di gedek gue, yaitu gue ajak aja dia untuk keliling-keliling naik motor liat-liat Banyuwangi. Oh ya guys, kalau kalian punya saudara, sepupu, keponakan, atau anggota keluarga lain yang belum mengetahui apa yang ada di daerah kalian seperti kulinernya, wisatanya , atau yang lain-lain, kalian bisa ajak orang-orang itu untuk mengenalkan ini lo daerah gue, ini lo kuliner khas daerah gue, ini lo wisata favorit di daerah gue. So kalian secara tidak langsung bisa menjadi duta dari daerah kalian sendiri dan bisa pamer atau lebih lembutnya bisa mengenalkan isi dari daerah kalian bahwa daerha kalian itu gak kalah sama daerha orang-orang itu :v Tapi ingat, jangan jadikan ini sebagai ajang pameran! Maksud gue jangan sampek kalian buka pasar malem terus daerah kalian kalian angkat ke pasar itu semua, Hahahaha… Garing :v

Lanjut ke topik pembicaraan.. Sampek mana tadi? Oh iya.. Gue ajak sepupu gue itu tadi untuk kelilingkeliling Banyuwangi tepatnya ke TN. Alas Purwo. Ada yang tahu dimana TN. Alas Purwo itu? Nanti aja gue jelasin di bawah :v Nah, kebetulan ini acara ndadak banget. So gue agak sungkan untuk ijin ke Bokap Nyokap apalagi ini Bulan Puasa. Tapi gue memberanikan tekad untuk ijin ke Bokap Nyokap. “Pak, Bu kula ajenge ngeteraken jajan teng nggriyane mbahe. Angsal?” Translate Bahasa Indonesia “Pak, Bu saya akan nganter kue ke rumahnya nenek. Boleh?” Terus Bokap sama Nyokap gue ngijinin gue, sepupu gue, sepupu gue, dan adik gue untuk nganter kue ke rumah nenek gue yang rumahnya jauh dari gedek gue. Di samping gue mau ke rumah nenek gue, kita berempat juga mau ke TN. Alas Purwo, tapi gue gak ijin tentang itu ke Bokap dan Nyokap. Jangan ditiru ya guys!! :v

Awalnya gue gak tahu jalan mau ke TN. Alas Purwo kalau rumah nenek gue sih tau. So kita berempat mutusin untuk ke TN. Alas Purwo dengan liat papan arah petunjuk yang ijo-ijo pingggir jalan tuh :v Setelah gue dari rumah nenek gue, kami pun capcus untuk lanjut perjalanan ke TN. Alas Purwo. Pada setiap perjalan, gue yang mbonjeng sepupu gue toleh kanan-kiri untuk nyari rambu penunjuk arahnya, was-was biar gak tersesat :v Ini kedua kalinya gue ke TN. Alas Purwo. Pasti kalian bertanya, kok gak inget jalannya? Kan pernah kesana? Yaa, gue itu terakhir kesana sekitar 2 tahun yang lalu. So ya agak-agak lupa :v Perjalanan yang kita lalui penuh dengan tantangan. Kami melewati jalan aspal yang sudah rusak, jalan, jalan bersemen, jalan tanah, macam-macam jalan ada deh pokoknya. Hahaha :v 

Nah, sesampainya gue dipintu masuk TN. Alas Purwo, gue berhenti dulu ke loket pembayaran. Setiap orang dikenakan kocek Rp. 5000 dan setiap sepeda motor juga dikenakan kocek Rp. 5000 So, kami ngeluarin kocek Rp. 30.000. Mengapa kami harus bayar? Ya untuk uang perawatn hutanlah, mungkin untuk beli pohon atau semacamnya :v 

Well, kan gue tadi sudah bilang mau njelasin TN. Alas Purwo, berikut gue jelasin :v

Taman Nasional Alas Purwo (TN. Alas Purwo) adalah taman nasional yang terletak di Kecamatan  Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Secara geografis terletak di ujung timur Pulan Jawa wilayah pantai selatan. 

Keaneragaman jenis fauna di kawasan TN Alas Puwo secara garis besar dapat dibedakan menjadi 4 yaitu, Mamalia, Aves, Pisces, dan Reptilia. Mamalia yang tercatat sebanyak 31 jenis salah satunya yang biasa kita lihat yaitu Banteng (Bos javanicus). Dan ada berbagai macam jenis Aves (Burung) yang hidup di TN Alas Purwo salah satunya yang biasa kita lihat Merak (Pavo muticus)

TN Alas Purwo juga terkenal dengan keangkerannya, jaman dahulu biasanya TN Alas Purwo digunakan untuk tempat bersemedi dan katanya di TN Alas Purwo juga tempatnya makhluk halus tinggal. Sehingga sampai kini TN Alas Puwo masih terkenal dengan keangkerannya sebgai tempat terangker di Pulau Jawa.

Di Taman Nasional Alas Purwo terdapat sejumlah lokasi favorit yang bisa kalian kunjungi guys, yaitu : 

Penunjuk Arah


1. SADENGAN
Sadengan merupakan padang savana membentang seluas 84 hektar yang berada di TN Alas Purwo. Berada di Sadengan seakan-akan kalian seperti berada di Afrika :v Di sini kalian akan menjumpai kawasan satwa liar, seperti Sapi, Banteng Jawa, Rusa sampai burung merak. Ini fotonya guys, potretnya pakek ponsel jelek jadinya agak gak fokus :v
Savana Sadengan

Hiraukan makhluk halus :v

2. PURA GIRI DAN SITUS KAWITAN
Di tengah hutan TN. Alas Purwo terdapat Situs Kawitan dan yang merupakan situs peninggalan kerajaan Majapahit. Situs Kawitan ditemukan secara tifak sengaja oleh penduduk sekitar pada tahun 1967 (ada yang menyebut tahun 1965) dan mulai dibuka untuk kegiatan keagamaan pada tahun 1968. Sorry guys gue punya fotonya, karena di Situs itu banyak banget monyet, So gue takut kalau berhenti. Nanti malah kameranya diambil lagi :v Cari aja di internet! Hahaha :v

3. PANTAI TRIANGGULASI
Pantai ini letaknya tidak jauh dari Pura Giri dan Situs Kawitan tadi. Pantai Trianggulasi adalah pantai yang biasanya digunakan oleh pengunjung untuk berfoto-foto pada saat sore hari yaitu berfoto bersama sunsetnya. Namun pantai ini berbahaya untuk berenang. Ini foto yang gue ambil lagi guys..

Pantai Trianggulasi

Pantai Trianggulasi juga :v
4. PANCUR
Pantai Pancur merupakan pos pemberhentian bagi pengunjung yang akan menuju Pantai Plengkung. Di tempat ini terdapat air yang seolah memancur, menemus batuan padas. Air tawar yang bermuara di Pantai Pancur ini diyakini berkhasiat bisa membuat awet muda. Dan katanya kolam yang berada di Pancur ini diyakini dahulu tempat mandi para Macan. Oh ya?? Ayo pinjem mesin waktunya doraemon :v Hahahaha..

Pantai Pancur

Pantai Pancur Juga :v

Ini Pantai Pancur Juga :v

Pancur

5. NGAGELAN
Pantai Ngangelan merupakan temoat penetasan telur penyu semi alami dan lokasi pendaratan  4 jenis penyu yang ada di Indonesia, yaitu Penyu Lekang, Penyu Sisik, Penyu Belimbing, dan Penyu Hijau. Puncak pendaratannya terjadi pada bulan Mei sampai September. Sorry guys, gue punya fotonya karena gue gak sempet kesan karena waktu yang mevett.. -_- Hahahaha :v

6. WISATA GOA
Di TN Alas Purwo juga ada wisata goa lo guys.. Ada Goa Istana, Goa Mayangkoro, dan Goa Padepokan. Papan penunjuk arah ini berada disebelah parkiran Pantai Pancur. Transportasi kalian yang mau ke Goa yaitu dengan JALAN KAKI. Hahaha :v Kebayang nggak? Ya memang butuh tenaga ekstra untuk menuju goa-goa tersebut. Sebenernya gue kemarin mau kesana, tapi sepupu-sepupu dan adik gue gak ada yang mau. Kata mereka takut kecapekan -_- Huuft!! Yaudah kapan-kapan lagi aja kesana


Sumber : Wikipedia, Banyuwangi Kab.

Gue sama saudara-saudara gue ke TN Alas Purwo ini lagi sepi-sepinya jadinya nyaman banget.. Pada kemana semua orang?? Biasanya tuh rame.. Apa gara-gara lagi bulan puasa? Ayo jangan lemes.. Semangat!! Sebentar lagi udah Idul Fitri niiihh..

Well.. yaudah.. sampek di sini dulu guys udah hampir Takbiran nihh :v Tinggal beberapa hari lagi kita kita ini akan kedatangan Hari Kemenangan, semoga menang semua ya guys :v Gue FARHAN FENOMENAL yang orangnya rada-rada abstrak mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batiiin. Perbanyak silaturahmi guys, khususnya ke Gedek gue Hahaha :v Dijamin gak ada apa-apanya :D Jangan lupa corat-coret di bawah yaa, gue juga minta maap apabila postingan gue amatiran dan gak jelas :v Byeeeeeeeeeeeeee!! ^^



Share:

Minggu, 05 Juli 2015

#FENOMENA JAJAN LEBARAN

 on  with No comments 
In  

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Happy New Month!! Happy July!! Hahahaa, sorry sob gue telat ngucapin. Tak terasa waktu ini begitu cepat berlalu dan tak terasa kita hidup di dunia ini juga sudah semakin tua. Mari kita pada awal bulan ini berdoa kepada Sang Pencipta agar kita selalu diberi keberkahan dan umur yang barokah. Amiiinnn.. Kaya kemarin gue liat di twitter #JulyWish jadi trending topic :v Nah makanya mari kita memperbanyak doa apalagi ini juga kan masih dalam bulan yang penuh berkah. So, gak ada ruginya dehh.. Daripada megang smartphone nge-stalk gebetan, hahaha.. Maklum efek LDR tapi di PHP :v

Okedeh lupakan yang itu.. Well, gue di sini kembali lagi akan menyajikan sebuah FENOMENA baru yang telah gue alami beberapa waktu ini, yaitu FENOMENA JAJAN LEBARAN. Lebaran udah sebentar lagi. Ada yang tau kurang berapa hari lagi?? Hitung sendiri yaa.. :v Persiapan lebaran pun sudah dipersiapkan matang-matang untuk menyambutnya oleh beberapa masyarakat di dunia ini khususnya di tanah tercinta kita, Indonesia. Persiapan dari mempercantik rumah (ngecat rumah, dsb), beli baju lebaran, dan yang paling penting yang tak akan ditingkan selama lebaran yaitu JAJAN LEBARAN...

Jajan lebaran itu sangat wajib ada di setiap meja ruang tamu masing-masing orang, bahkan orang beranggapan kalau gak ada jajan itu bukan lebaran namanya. Is is issss... Rumangsamu opo yo penak??? Yo ra penakkk!! Hahaha...

Ceritanya sihh di rumah gue sekarang ini lagi ada event besar yaitu BUAT JAJAN LEBARAN. Ini nih karya jari-jemari gue, Dudududu~Berbakat nih ikut event-event lomba masak. Yang kaya di Tipi-tipi itu tuhh hahaha...


Cookies Belum Mateng 
Nastar Belum Mateng
Sebenernya sih masih banyak lagi jajan yang gue buat. Tapi gue takut nanti gak tahan ngepost foto jajan yang lezat-lezat ini, takut tergoda. Hahahaha... Sampai-sampai temen gue ada yang mesen ke gue buat beli kue-kue buatan gue ini alias nyokap gue. Dapet info dari mana coba dia 😂 Check it out!!

Ini screenshoot percakapan gue sama temen gue. Gue crop aja namanya biar gak ketahuan gebetan atau pacaran atau spesies yang lain. Well, awalnya gue dichat sama dia. Setelah denger suara "clepuk" *ringtonehpgue, Gua buka deh.  Translate Bahasa Indonesia ~ "Iya.. Ibu kami jualan jajan?" Setelah gue baca gue bingung mau jawab apa. So, gue berpikir sejenak untuk mengetik apa peaan yang harus gue balas ke dia. Btw setelah dipikir-pikir kayanya ini kesempatan nih buat ngasilin uang. So gue bales, "Kalau iya kenapa?" Dia bales lagi, "Ibuku mau beli, jajan lebaran kan?" Setelah sekian lama bercakap-cakap gue tanya ke nyokap gue. Gue kalau manggil nyokap gue Bu'e. "Bu'e, jajannya ini apa dijual?? Temenku ada yang mau beli." Terus nyokap gue jawab, "Enggak. Siapa bilang jajan ini dijual? Jajan ini lo mau dibuat reunian sama keluarga." "La terus gimana, Buk? "Emboooh.." So setelah iru gue vepet-cepet sms temen gue yang mau pesen jajan itu, "(Tiiit), sepurane yo.. Tibae ibuku gak dodolan jajan. Jajane digawe reuni" (Translate Bahasa Indonesia) "(Tiit), maaf ya.. Ternyata ibuku gak jualan jajan. Jajannya mau dibuat reuni." Waaaaa, malu gue sama temen gue yang satu ini  Udah bilang mau pesen tapi malah gak jadi alias di PHP. Maaf yaaa.. Saya bukan tipe-tipe orang yang suka nge-PHP 


Lalu gue dapet berita dari KOMPAS.COM  yaitu "Jangan Gampang Tergiut Bisnis Kue Lebaran, Ada Trik Jitunya!" So kita kuta ini yangbingin sekali berbisnis apalagi bisnis kue lebaran, harus dipikir-pikir dulu. Karena banyak sekarang orang-orang yang sudah berjualan kue-kue kering ini. So persaingan sangat kuat untuk berbisnis kue/jajan kering ini. Setelah gue baca ternyata ada triknya untuk berbisnis kue/jajan kering ini. Antara lain :

1) Bidik Pasar
     Artinya mulailah dengan orang-orang dekat linhkungan lo. Terus sebelum menawarkan produk yang lo buat, berikan sampel untuk dicicipi calon pembeli. Katanya orang sih lidah gak bisa bohong. Hahaha..

2) Inovasi Produk
       Jadilah pembisnis yang inovatif. Supaya calon konsumen gak bosen. Semula kue/jajan kering yang sudah ada di pasaran berbentuk segitiga bisa jadi nanti lo buat segi 8. Atau yang bentuknya ikan bisa jadi nanti lo inovasi jadi bentuk kodok.

3) Kemasan Menarik
     Jangan pelit-pelit kalau masalah kemasan. Kemasan tubyang menarik biar calon konsumen itu tertarik sama kuenya. Bukan sama elo 

4) Jangan Berlaku Curang
     Gak usah berlaku curang. Yang dikasih boraks lah, formalin lah, minyak babi lah. Itu mah udah gak jaman. Jadilah konsumen yang sportif. Rejeki semua ada yang ngatur.

Okedeh guyss, itu adalah FENOMENA-FENOMENA yang telah gue alami akhir-akhir ini. Semoga apa yang gue berikan bisa bermanfaat bagi lo lo semua. Oh iyaa, jangan lupa share ke temen-temen lo yang hobinya berhisnis, khususnya nyokap lo lo pada. Jangan bosen-bosen, pantengin terus blog FENOMENAL ini karena blog ini punya orang yang FENOMENAL juga. Dududududu~ Yang hobinya corat-coret bisa coret-corat di kotakan bawah ini. Jangan lupa juga follow Twitter: @farhanalfattah Instagram: @farhanfattah Facebook: Farhan Al Fattah 
Well, see you later guysss... Selamat menjalankan ibadah puasaaaa

Share:

Rabu, 01 Juli 2015

FENOMENA BUKBER

 on  with No comments 
In  
Semangat pagi generasi penerus bangsa. Masih suasana-suana ramadhan nih. Masih puasa semua gak?? Yang cowok pastinya masih dong gak tau kalau yang cewek, mungkin mereka lagi kece. Hahahaa... Ya semoga yang hari ini lagi sakit semoga secepatnya diberi kesembuhan dan yang lagi tertimpa musibah semoga selalu diberikan ketabahan. Amiiinn :)

Baiklah kita meluncur ke topik permasalahan. Ini FENOMENA yang sekarang gue alami. Ceritanya gini, gue ini sejak SMP udah ngerasain bating tulang menjadi BABU KELAS alias ketua kelas. Dari kelas 8,9 sampek SMA ini pun gue masih menjadi BABU KELAS. Entah mereka mengapa memilih gue, apa mereka kira aku ini kecee?? Please dehh. Ok lupakan yang itu. Nah, dari beberapa kelas itu mau ngadakin BUKBER. Dari kelas gue yang dari SMP sampek SMA ini, yaitu kelas 7C (ARVENCI), 9C (ONE PIECE), X MIA 5, dan X Reguler MIPA 3. Buju buseeeetttt!!! Gue mah bingung mau ngaturnya ini gimana nih -_- Fiiiuuuhh..

Oke, yang pertama ngajakin itu X Reguler MIPA 3. Naaahhh, ini percakapan gue sama bendahara kelas gue yang mata duwitan banget. Sebut saja dia mawar  alias Dinda.

BUKBER bayar 5rb?? Gak salah?? Yaa Alhamdulillah kelas X Reguler MIPA 3 masih punya uang kas. Dudududu~ Akhirnya pun gue maksakin pulsa gue untuk sms temen² kleas gue yang lain. Ya begitulah hidup jadi BABU KELAS.

Akhirnya kelas gue yang satu ini jadi ngadakin bukber hari Jumat, 26 Juni 2015. Yang dateng gak semua sihh, tapi alhamdulillah ada makanan yang belum kemanakan jadi bisa bawa double. Hahaha..

Lalu yang kedua kelas 7C (ARVENCI) yang mau ngajakin BUKBER. BUKBER kelasku yang satu ini memang sudah turun-temurun sejak jaman nenek moyang. Namun, entah mengapa BUKBER kali ini makin berbeda. Langkah pertama mereka nge-posting broadcast di grup facebook. Dari bagi-bagi nomor hp, nentuin tanggal, nentuin nominal patungannya, dan tempat makan buat kita BUKBER. Masalahnya di sini, yang keliling ke rumah temen-temen untuk ngambil uang patunganya itu lo gak jalan-jalan. Rencananya sih mau patungan 20rb. Jadinya gue ngambil jalan pintas untuk ngumumin ke temen² gue untuk bawa makanan sendiri-sendiri nanti saling berbagi saat BUKBERnya.
 Finally, temen² gue saat BUKBER banyak yang gak datang. Cuma anak 6 kalau gak salah. Cek sitike rekk. Terus ada juga yang gak bawa makanan sama sekali. Jadinya kita mutusin untuk BUKBER ke salah satu lesehan di daerah Jajag, Banyuwangi. Nah, pas disitu ternyata sudah penuuuuhh bet. Ternyata di situ udah dipakek BUKBER sama kakak² kelas gue. Jadi maluuu -_- So, kita putar balik dan berembuk sebentar dan mutusin lagi untuk BUKBER di salah satu restaurant baru di daerah Cluring, Banyuwangi. Fiiuuh, akhirnya bisa makan juga... :v Gue mah di sini gak pesen makanan, because gue bawa rantang sendiri dari rumah. Masakan nyokap mah gak ada yang nandingin :v Anti mainstream banget bawa rantang ke restauran. Patut dicoba ini.... :v







Yang ketiga diajak lagi sama kelas 9C (ONE PIECE). Ini juga ya sudah turun temurun dari jaman purbakala. Ya kaya kelas 7C lagi kita rembukin di grup facebook kita kita ini. Maklumlah anaknya pada nyebar semua sekolahnya. Hahaha... Kita rembukin secara matang dari tanggalnya, tempatnya dan segala macemnya deh.

Gak cukup rembukan di grup facebook, akhirnya temen-temen gue mutusin untuk rembukan lagi di rumah bokap gue yang gue buat ngungsi sementara :v Finally merekapun dateng ke rumah gue rembukan sambil selfie, main sama kucing² gue dan menagih uang patungan buat BUKBERnya yaitu 20rb. Tapi bukber yang ini mah belum fix. Insyaallah BUKBER ini akan diadakan pada 5 Juli 2015 ini. Ada yang berminat?? Dateng ajaaa, gue undang.. But, makanan bawa sendiri yeee Hahaha :v
Yang selanjut-selanjut masih direncanakan. Entah ini kelas gue yang X MIA 5 jadi apa nggak bukbernya. Yang selanjutnya masih ada, diantaranya BUKBER Dewan Ambalan, BUKBER Takmir, BUKBER apa lagi ya?? Banyak wes pokoknya..

Huufft.. Bulan Ramadhan tahun ini sungguh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Banyak banget jadwal BUKBER :v Apakah hanya gue saja yang ngerain kaya gini?? Bagaimana lo lo pada guys?
Yaa beginilah kalau punya banyak temen. Setiap kejadian pasti ada hikmahnya kok guys. Dari BUKBER ini kita bisa ambil hikmah :

1) Bisa kumpul-kumpul sama temen
2) Ketemu gebetan
3) Ketemu mantan
4) Mempererat tali persaudaraan
5) Bisa saling sharing
6) Bisa kenyang
7) Bisa beramal, dan lain-lain :v

Sekian dulu FENOMENA terkini yang telah gue alami. Semoga lo lopada bisa ngambil hikmah dari FENOMENA ini semua. Yang geregetan sama gue bisa corat-coret  dikolom di bawah ini ya guyss.. Hahaha :v
Seee youuu next time!!

Share:

Senin, 04 Mei 2015

CERPEN BAHASA INDONESIA

 on  with No comments 
In  

https://pbs.twimg.com/profile_images/1351804615/

Anak, Bapak, dan Burung Gereja
(Oleh: Farhan Al Fattah)

          Tatkala angin berhembus dengan silirnya di bulan April menyapu dedaunan kering yang jatuh dari pohon disertai alunan melodi lantunan para burung gereja, Bapak dan Anak itu duduk dengan nyamannya di sebuah kursi usang yang masih berdiri kokoh di pojok taman depan istananya yaitu rumah. Warna hijau dari dedaunan yang dipantulkan oleh sang raja menambah kenyamanan tiada tara. Air mancur cantik bergemiricik bak tawa terbawa akan kemesraan antara Bapak dan Anak itu.
Keceriaan dan semangat di bawah naungan pagi yang bersinar itu dimanfaatkan Anak dengan menggunakan mata tajamnya untuk membaca kata demi kata yang tersusun rapi di atas koran barunya seakan-akannya terbawa terbang oleh silir angin dan Si Ayah menemani dia dengan penuh kesetiaan disampingnya.
Tiba-tiba, seekor burung turun dari sangkarnya tepat di depan Bapak dan Anak itu. Dengan penuh keingin tahuan Bapak bertanya kepada Anaknya.
“Nak, itu apa?”
“Itu burung gereja.” Lalu ia melanjutkan memakan korannya.
Tak lama kemudian Bapak itu bertanya lagi kepada anaknya dengan menunjuk ke arah semak-semak.
“Nak itu apa?”
“Itu burung gereja! Kan sudah kukatakan tadi!” Amarah si Anak mulai naik karena api yang mulai menyulut hatinya
Untuk ketiga kalinya, Bapak yang sudah beruban itu bertanya lagi dengan penuh penasaran sambil menunjuk ke atas pohon yang terletak tidak jauh dari kursi using yang mereka duduki.
“Nak itu apa?”
Tadi sudah kukatakan. Itu adalah burung gereja! BU-RUNG GE-RE-JA! Mengapa sih pak bertanya kepadaku terus? Ada yang salah dengan burung gereja itu? Sudahlah lupakan tentang burung itu! Itu hanya burung gereja!” Amarah si Anak sudah membara sampai ke atas ubun-ubunnya karena berbuatan Bapaknya yang sangat bersifat kekanak-kanakan.
Setelah dia memarahi Bapaknya, dia nampak kelihatan sangat naif dan kecewa akan perkataan dan perbuatan yang telah dia lontarkan kepada Ayahnya.  Ayah hanya diam tanpa kata setelah menerima perbuatan Anaknya itu dan melanjutkan untuk berdiri lalu melangkahkan kaki tuanya untuk berjalan. Anak dengan penuh kekecewaan bertanya kepada Bapaknya.
“Pak, mau kemana?” Bapak itu tetap saja diam tanpa kata.
Tak lama setelah itu, Bapak itu kembali dan membawa sesuatu yang ia bawa di tangannya yang dia ambil dari rumahnya.
“Nak, bacalah ini.”
“Apa ini, Pak?”
“Cepat, bacalah saja.”
Anak dengan penasaran membaca secara seksama buku itu dan membiarkan hembusan angin yang selalu menyapanya. Ternyata di dalam buku itu tertulis.
“Hari ini anakku yang telah berumur 3 tahun duduk di sampingku. Dia bertanya kepadaku tentang apa yang baru saja ia lihat yaitu burung gereja. Dia bertanya kepadaku sebanyak 21 kali tapi aku selalu menjawabnya dengan penuh pelukan dan kasih sayang setiap kali dia bertanya kepadaku. Aku sangat bahagia karena anakku sudah beranjak mengerti apa yang dia lihat dengan matanya yang tajam itu”

Terlihat dari raut wajahnya, sejenak benak Anak itu sangat luluh sampai-sampai meneteskan badai air mata saat menatap dan memperhatikan petik demi petik yang tertorehkan di atas buku itu. Keceriaan yang telah tersaksikan oleh alam tiba-tiba disapu pergi oleh angina dan digantikan oleh suasana keharuan. Anak memeluk Bapaknya erat-erat dengan penuh kasih sayang dan akhirnya mereka kembali ke istananya sambil membawa senyuman kebahagiaan yang tak akan mereka lupakan.

Sumber: Cerita ini dikutip dari sebuah video inspiratif 

Share: